X

Ayahnya pun menjawab kalau dia tidak bisa mengatakan apapun saat itu. Tapi kini, setelah berkonsultasi dengan ahli agama, ayah Shandy Aulia baru mengetahui kalau keputusan anaknya itu juga menjadi tanggung jawabnya dengan di akhirat nanti.

"Papa waktu itu belum mengenal agama, papa enggak jawab apa-apa. Cuman saat ini lah papa baru mengenal agama yang sebenernya, itulah yang menjadi tanggung jawab papa nanti di akhirat. Papa banyak bertanya pada beberapa ustaz yang ada di Madinah maupun di Mekah, itu menjadi tanggung jawab papa terhadap kamu karena katanya seorang laki-laki itu, bapak itu ikut bertanggung jawab nanti di akhirat, kepala rumah tangga," sambungnya.

Dalam hati kecilnya, ayah Shandy Aulia ingin keluarganya berada di bawah satu keyakinan yang sama. Dia pun mengaku selalu menangis dalam sholat malamnya untuk mendoakan agar putrinya mendapat hidayah. Tidak langsung dengan masuk Islam, tapi dia ingin Shandy memperdalam ilmu agama Islam.

"Saat ini yang papa harapkan hidup hanya satu Shand sebetulnya, terus terang aja. Yang papa setiap malam nangis, keluar airmata, berdoa, hanya untuk kamu semata-mata. Untuk kalau bisa kamu mendapatkan hidayah mempelajari agama Islam. Bukannya masuk Islam, belajar memperdalam agama Islam dan memperdalam agama kamu, di mana titik temunya, nanti kamu bisa menentukan. Tidak semudah itu juga orang akan berbalik ke agama orang lain, kecuali dia mendapatkan hidayah dan mempelajari sebenar-benarnya," ungkap Kemas Yusuf Effendy.

Saksikan Juga