X

IntipSeleb – Film Joker tengah menjadi sorotan di masyarakat. Banyak komentar positif dan negatif, banyak pula yang merekomendasikan dan juga menyanyangkan film tersebut tayang. Dilansir dari Ladbible pada 7 Oktober 2019, film yang dibintangi Joaquin Phoenix ini menuai banyak pro dan kontra di masyarakat.

Setelah seminggu tayang film ini sudah meraup untung US$ 93,5 juta atau Rp 1,32 triliun. Yuk intip alasan film Joker menuai pro dan kontra!

Baca Juga: 5 Fakta Sadis di Balik Tubuh Kurus Joaquin Phoenix di Film Joker

Reaksi Penonton

Sumber foto: thesun.co.uk

Baru-baru ini warga Twitter dihebohkan oleh beberapa penonton film Joker yang meninggalkan bioskop ketika film sedang menonton film. Terlebih reaksi penonton di Amerika Serikat, mereka tampak ketakutan akan film tersebut.

Beberapa penonton merasa film yang disutradarai oleh Todd Philips ini terlalu dalam dan gelap. Diketahui, Joker menceritakan kehidupan Arthur Fleck yang penuh ironi, seorang penderita sakit mental dengan latar belakang yang menggetarkan hati.

Salah satu pengguna akun Twitter mengatakan “Aku baru saja keluar dari Film Joker. Mungkin aku terlalu naif ketika pergi dan mungkin aku tidak tahu bagaimana cerita asalnya, mungkin karena aku hidup bersama orang yang memiliki kesehatan mental. Film ini terlalu gelap bagiku,” ujar salah satu pengguna Twitter dengan nama @alwaysheapstodo.

“Penyakit mental adalah topik yang serius. Film yang mengerikan. Kami keluar dari situ. Kami tidak merekomendasikannya. Kami sudah hidup dalam masyarakat yang sakit, jangan tambahkan itu, tolong!," ujar yang lain.

Penonton Dapat Menafsirkannya Sendiri

Sumber foto: thesun.co.uk

Dalam film ini, Joaquin pernah berkata bahwa ia memilih untuk tidak memiliki gambaran sendiri mengenai bagaimana kehidupan Joker. Aktor 44 tahun tersebut menginginkan penonton sendiri yang menafsirkan karakter Joker. “Yang menarik tentang karakter ini adalah bahwa semua orang dapat menafsirkannya sesuka mereka,” ungkap Joaquin dilansir dari Ledible.

Tunangan Rooney Mara itu pun bangga dengan film ini. Pasalnya, film ini akan membuat penonton ikut andil dalam menciptakan karakter Joker sendiri ke dalam imajinasi mereka. Penonton dapat menafsirkan sendiri bagaimana karakter Joker dan apa yang mendorongnya melakukan hal-hal gila di dalam film.

Penayangan Film Di Kawal Polisi

Sumber foto: thesun.co.uk

Film Joker menuai pro dan kontra dari berbagai negara. Jika di Amerika sendiri, film ini sangatlah kontroversial untuk ditayangkan di bioskop-bioskop Amerika. Banyak dari penonton yang berpikir bahwa film ini adalah film yang sangat sadis, sangat brutal, bermuatan politik dan film yang tidak dapat ditonton sama sekali.

Sejak pertama kali ditayangkan, film ini banyak menuai kontroversi. Kritikus film khawatir dengan adanya film tersebut akan memicu para penggemar untuk menimbulkan kekerasan dan kejahatan.

Bahkan di Amerika sendiri tepatnya di Los Angeles, polisi akan menjaga ketat keamanan di bioskop-bioskop. Terutama setelah aksi penembakan brutal yang dilakukan James Holmes di bioskop Colorado saat sedang menonton Batman The Dark Knight Rises pada 2012.

"Meskipun tidak ada ancaman yang dapat dipercaya di daerah Los Angeles, Departemen akan mempertahankan visibilitas tinggi di sekitar bioskop ketika dibuka," ujar seorang polisi yang dilansir dari The Sun.