IntipSeleb – Belakangan ini, pemandangan anak muda duduk santai di depan minimarket sambil ngobrol, makan camilan, atau sekadar main HP jadi hal yang makin biasa ditemui. Dari sore sampai tengah malam, kursi depan minimarket kini sering penuh layaknya cafe mini versi hemat.
Fenomena ini bukan cuma terjadi di kota besar seperti Jakarta atau Bandung, tapi juga mulai menjamur di berbagai daerah. Banyak Gen Z sekarang lebih memilih nongkrong di minimarket dibanding cafe. Alasannya? Ternyata bukan cuma soal uang.
Harga Cafe Makin Mahal, Nongkrong Jadi Mikir Dua Kali
Tidak bisa dipungkiri, harga makanan dan minuman di cafe sekarang makin naik. Secangkir kopi bisa dibanderol Rp40 ribu sampai Rp70 ribu, belum termasuk pajak dan biaya tambahan lainnya.
Bagi anak muda, terutama mahasiswa atau pekerja muda, nongkrong di cafe sering terasa menguras dompet. Akhirnya, minimarket jadi alternatif paling realistis.
Dengan uang Rp20 ribuan, mereka sudah bisa beli minuman dingin, camilan, bahkan mie instan hangat sambil nongkrong berjam-jam tanpa tekanan harus terus pesan makanan. Fenomena ini bahkan disebut sebagai bentuk “nongkrong hemat” oleh banyak netizen.
Minimarket Sekarang Makin Nyaman Buat Nongkrong
Kalau dulu minimarket cuma tempat belanja cepat, sekarang konsepnya mulai berubah. Banyak gerai menyediakan area duduk, meja santai, bahkan colokan listrik.
Beberapa minimarket juga menghadirkan konsep semi-cafe dengan menu kopi, makanan cepat saji, dan area indoor ber-AC. Tidak heran kalau tempat seperti Lawson atau Indomaret Point sering dipenuhi anak muda.
Bahkan menurut laporan Kompas, banyak anak muda merasa duduk santai di depan minimarket justru memberikan suasana lebih rileks dibanding cafe yang kadang terasa terlalu ramai atau “harus estetik.”
WiFi, AC, dan Tempat Duduk Jadi Faktor Penting
Buat Gen Z, tempat nongkrong ideal bukan selalu yang mahal, tapi yang nyaman. WiFi gratis, AC dingin, dan tempat duduk cukup sudah jadi kombinasi sempurna.
Tidak sedikit juga yang datang hanya untuk numpang charging sambil scroll TikTok atau nugas bareng teman. Karena suasananya lebih santai, banyak orang merasa tidak perlu tampil “niat” seperti saat pergi ke cafe hits.
Minimarket pun perlahan berubah menjadi “third place” atau ruang ketiga selain rumah dan tempat kerja. Tempat sederhana untuk melepas penat tanpa harus ribet.
Nongkrong Jadi Lebih Santai dan Tidak Pressure
Salah satu alasan paling relatable adalah suasana minimarket terasa lebih bebas. Tidak ada pressure harus foto-foto estetik, pesan menu mahal, atau tampil terlalu fashionable.
Banyak anak muda sekarang justru mencari nongkrong yang simpel. Duduk sambil minum kopi botolan dan ngobrol random dianggap lebih menyenangkan dibanding harus memikirkan ambience cafe yang “Instagramable.”
Di media sosial, banyak netizen mengaku lebih nyaman nongkrong di minimarket karena suasananya terasa lebih jujur dan tidak dibuat-buat.
“Kadang nongkrong terbaik tuh cuma duduk depan minimarket sambil ngobrol sampai lupa waktu,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Fenomena FOMO Nongkrong Estetik Mulai Bergeser
Selama beberapa tahun terakhir, cafe estetik sempat jadi simbol gaya hidup anak muda. Banyak orang datang bukan cuma buat makan, tapi juga demi konten media sosial.
Namun sekarang, sebagian Gen Z mulai lelah dengan budaya FOMO tersebut. Nongkrong tidak lagi harus selalu estetik atau mahal agar dianggap seru.
Justru nongkrong sederhana di minimarket kini dianggap lebih autentik dan relatable. Lampu neon minimarket, kopi sachet dingin, dan obrolan receh malah terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Fenomena ini juga ramai dibahas di TikTok hingga X (Twitter). Banyak video memperlihatkan sekumpulan anak muda nongkrong di depan minimarket sambil bercanda hingga tengah malam.
Sebagian netizen menyebut minimarket sekarang sudah seperti “cafe rakyat.” Ada juga yang bercanda kalau kursi depan minimarket adalah “tempat healing paling murah.”
Fenomena ini dianggap sebagai gambaran gaya hidup Gen Z yang lebih realistis, santai, dan tidak terlalu memaksakan gengsi sosial.
Pada akhirnya, nongkrong bukan soal seberapa mahal tempatnya, tapi dengan siapa momen itu dihabiskan. Buat banyak anak muda sekarang, ngobrol sambil ketawa depan minimarket terasa sama menyenangkannya dengan duduk di cafe fancy.
Lagipula, kadang obrolan paling dalam memang lahir dari kursi plastik minimarket sambil pegang kopi dingin Rp7 ribuan. Relate?