X

IntipSeleb – Kabar duka datang dari salah satu seniman berbakat Indonesia, Djaduk Ferianto. Musisi ini dikabarkan telah menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Sontak saja, meninggalnya Djaduk menjadi trending di Twitter sejak tadi pagi.

Banyak ucapan belasungkawa di media sosial dan membanjiri Instagram Djaduk. Para penggemar sedih telah kehilangan salah satu seniman berbakat dari Indonesia. Yuk intip fakta-fakta dari Djaduk Ferianto!

Meninggal Akibat Penyakit Jantung

Sumber foto: viva.co.id

Berdasarkan laporan Viva.co.id, Djaduk memiliki riwayat penyakit jantung. Ia juga pernah didiagnosis untuk pemasangan ring di jantungnya. Namun, Djaduk malah membatalkan rencananya tersebut.

Jenazah akan disemayamkan di Padepokan  Seni Bagong Kussudiardja, kawasan Bantul. Djaduk akan dimakamkam pada pukul 15.00 WIB di makam keluarga, Kasihan Bantul.

Berasal Dari Kalangan Keluarga Seniman

Sumber foto: viva.co.id

Seniman yang meninggal di usia 55 tahun itu lahir dari keluarga yang benar-benar mengerti tentang seni. Ayahnya yang bernama Bagong Kussudiardja adalah seorang koreografer dan pelukis senior di Indonesia. Djaduk juga merupakan adik dari Butet Kartaredjasa seorang aktor dan pemain teater. 

Pria kelahiran Yogyakarta ini juga merupakan lulusan seni rupa dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Meskipun berlatar belakang seni rupa, ia lebih menyukai seni musik dan mulai mempelajarinya secara otodidak. 

Djaduk sendiri fokus pada penggalian musik-musik tradisi. Arti-arti lirik lagunya juga kadang mengandung unsur politik dan kritik sosial. Selain bermusik, ia juga mahir dalam hal seni lainnya seperti pertunjukkan teater dan menggarap musik ilustrasi untuk sinetron. Ia juga telah membuat komunitas musik yang diberi nama Ngayogjazz. Ngayogjazz sendiri adalah festival musik yang digelar di desa-desa. Di tahun ini, Ngayojazz akan diadakan pada 16 November di Kwagon Bantul.

Pernah Bercita-cita Sebagai Dalang

Sumber foto: viva.co.id

Djaduk awalnya bernama Guritno namun hal itu diganti dengan Djaduk yang berarti unggul. Ketika ia kecil, ia sering mendengarkan radio dan mendengarkan pertunjukan wayang. Tidak lupa juga buku cerita wayang yang selalu disisinya. Djaduk juga sempat bercita-cita menjadi dalang dan mempelajari hal-hal berbau dalang. Namun, beranjak dewasa ia lebih tertarik untuk terjun ke dunia musik.

Perjalanan Karier

Sumber foto: viva.co.id

Pemilik asli nama Gregorius Djaduk Ferianto ini sempat susah payah untuk mengawali kariernya sebagai musisi terkenal Indonesia. Di tahun 1978, ia pernah mendirikan Kelompok Rheze yaitu kelompok musik kreatif dan telah dinobatkan sebagai  Juara I Musik Humor tingkat Nasional. Di tahun 1995, ia dan Butet mendirikan Kelompok Kesenian Kua Etnika atau kelompok musik dengan pendekatan etnik modern. Tak berhenti sampai disitu, dua tahun berikutnya ia mulai mendalami musik keroncong dan mendirikan Orkes Sinten Remen​. 

Di tahun 1996, ia akhirnya bisa muncul di salah satu TV nasional. Dirinya hadir dalam acara Dua Warna RCTI. Dari situlah nama Djaduk mulai naik dan mendapatkan banyak panggilan untuk bermusik. Bahkan, Ia juga menjadi penata musik di film Petualangan Sherina. 

Hal menarik dari dirinya ia lah ketika namanya mulai terkenal dan mendapatkan banyak panggilan di Jakarta, ia masih tetap ingin tinggal di Yogya. Ia bahkan rela bolak-balik Ibukota dan Yogya, karena kecintaannya terhadap tanah kelahirannya itu.

Bela Sungkawa Dari Berbagai Kalangan

Kabar duka ini disampaikan oleh kakak dari Djaduk melalui unggahan Instagram. Dengan latar belakang berwarna hitam, akun Instagram @masbutet mengunggah tulisan “Sumangga Gusti,”. Ia juga menambahkan caption tentang meninggalnya Djaduk.

Foto yang beberapa jam lalu bertengger di media sosial itu mulai dibanjiri oleh komentar belasungkawa. Bukan hanya dikalangan penggemar, rekan artis pun terlihat di kolom komentar kakak Djaduk. “Innalillahi wainnaillahi rojiun.. Rest in love and peace mas Djaduk.. turut berduka cita sdlm2nya masu Butet,” tulis Wulan Guritno.

Bukan hanya Wulan yang mengomentari akun Instagram tersebut, salah satu pemain Milly dan Mamet yaitu Dennis Adishwara pun terlihat sedih dengan kepergian Djaduk. “Turut berduka atas wafatnya mas @djaduk, teriring doa dari kamu untuk keluarga,”

Sherina Munaf mengunggah foto bersama dengan mendiang Djaduk ketika dirinya masih syuting film Petualangan Sherina. Dalam foto tersebut, Djaduk terlihat sedang memeluk dua bocah cilik yang tersenyum manis ke kamera. “Selamat jalan Om Djaduk," tulis Sherina dalam unggahannya tersebut.

Baca Juga: Saipul Jamil Hujat Claudia Emmanuela, Putri Iis Dahlia Serang Balik