img_title
Foto : POPLICIST Publicist

Film ini menyoroti realita bahwa kerja berlebihan juga bisa membawa pada situasi yang menyeramkan.

Dengan mengangkat keresahan jutaan pekerja saat lembur dinormalisasi, Monster Pabrik Rambut secara jujur meneriakkan jeritan yang sudah terlalu lama ditahan oleh para pekerja Indonesia.

Eksplorasi Edwin di Monster Pabrik Rambut salah satunya ditunjukkan dengan pendekatan practical effect tanpa CGI, untuk menampilkan sisi retro yang ada di film ini.

Menjadi sebuah tawaran yang segar dan berbeda di tengah lanskap film horor Indonesia saat ini.

Edwin juga kembali bermain-main dengan fantasinya yang unik dan eksentrik dengan hadirnya sosok Monster di film ini, Bos Pabrik, Maryati, yang memanfaatkan persona misterius Didik Nini Thowok, serta kehadiran karakter Bona yang didesain mampu meregenerasi tubuhnya.

Topik Terkait